Implementasi
Aplikasi Teknologi Komputer dalam perpustakaan
(Otomasi
Perpustakaan MySIPISIS)
untuk mengetahui tugas yang berkaitan dengan perpustakaan lihat tugas kuliah
I Latar Belakang
Perpustakaan
membutuhkan pengelolahan secara efektif dan efesien, karena dengan
pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat menata aspek di perpustakaan mulai
dari pengklasifikasian sampai dengan pelaporan
agar lebih sistematis dan efektif.
Pengelolahan
perpustakaan secara manual bayak menghabiskan waktu dan tenaga terutama bagi
pustakawan, waktu dan tenga mereka habis dengan pekerjaan rutinya, akibatnya
banyak pekerjaan lain yang tidak dilakukan oleh pustakawan dan banyak
pengeluaran bagi perpustakaan manual misalnya biaya untuk tinta, kertas, dan
pegawai. Maka dari itu perpustakaan memerlukan progam otomasi agar kerja di
perpustakaan lebih efektif dan efesien.
Otomasi yang dibahas
dalam artikel ini yaitu MySIPISIS karena program ini adalah versi terbaru sistem otomasi
perpustakaan berbasiskan database MySQL atau PostgreSQL atau MongoDB. Dengan
fitur-fitur barunya, MySIPISIS Pro merupakan pilihan dalam peningkatan kinerja otomasi
perpustakaan. Sistem otomasi mySIPISIS mempunyai banyak kelabihan yaitu Multiplatform,
Self Check Out / Check In, RFID dan touchscreen. Union Catalogue. Library of
Congress ( LOC) menggunakan protokol pertukaran data standard internasional
OAI-PMH dan Z39.50.
II Tujuan dan Manfaat
Tujuan Otomasi Perpustakaan.
a.
Memudahkan integrasi berbagai kegiatan perpustakaan, dengan
mysipisis kegiatan perpustakaan sekolah menjadi berkesinambungan antara aplikasi.
b. Memudahkan kerjasama dan
pembentukan jaringan perpustakaan.
c.
Membantu menghindari
duplikasi kegiatan di perpustakaan.
d. Menghindari pekerjaan yang bersifat mengulang
dan membosankan,
e.
Memperluas jasa perpustakaan.
f.
Memberi peluang untuk
memasarkan jasa perpustakaan.
g. Meningkatkan efisiensi.
Manfaat Otomasi
Perpustakaan
Otomasi perpustakaan dengan menerapkan kemajuan TI akan memberikan
manfaat sebagai berikut:
a.
Memudahkan dalam pembuatan katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan otomasi harus membuat kartu katalog agar pengguna dapat
menemukan bahan pustaka yang diketahui berdasarkan pengarang, judul dan
menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan. Penggunaan otomasi akan
memudahakan proses pembuatan katalog, penyajian buku bagi pemustaka akan lebih cepat dan efisien.
b. Memudahkan dalam layanan
sirkulasi
Perpustakaan
yang belum menggunakan otomasi dalam proses layanan peminjaman dilakukan dengan menggunakan kartu. Pekerjaan
yang harus dilakukan diawali dengan petugas meminta kartu pemustaka, mengambil
kartu pinjam, menulis nomer buku di kartu pinjam, mencabut kartu buku dan
diakhiri dengan mem “file” kartu. Pekerjaan tersebut memakan waktu yang cukup
lama dan cukup rumit. Dengan komputer pekerjaan peminjaman, pengembalian, dan
peminjaman buku dapat dilakukan dengan
cepat dan mudah dengan menyorot “barcode” kartu kemudian menyorot “barcode”
buku kemudian secara otomasi akan terjadi transaksi selanjutnya memberikan cap
tanggal atau struk bukti. Bagi perpustakaan yang sudah maju pengguna dapat melakukan transaksi secara mandiri yang
dinamakan dengan “self service” seperti penerapan ATM dalam layanan Bank.
c.
Memudahkan dalam penelusuran melalui katalog.
Perpustakaan
yang belum menggunakan program otomasi katalog manual, pengguna dapat akses
melalui tiga pendekatan yaitu judul, pengarang, dan subjek. Otomasi
perpustakaan akan memudahkan pengguna dalam menelusur informasi, khususnya
katalog melalui OPAC (Online Public Access Catalog). Pengguna dapat menelusuri
suatu judul buku secara bersamaan dan mereka dapat menelusuri buku dari
berbagai pendekatan. Misalnya melalui judul, kata kunci judul, pengarang, kata
kunci pengarang, subjek, kata kunci subyek dan lain-lain sesuai dengan
kebutuhan.
d. Menghemat waktu.
Dengan menggunakan
otomasi pekerjaan pustakawan lebih cepat karena pengguna dapat melayani sendri
dalam proses peminjaman, dan pengemblian, Perpanjangan, dan pencarian bahan
pustaka. Putakawan dapat melakukan pekerjaan lain misalnya pengideksan.
e.
Meningkatkan layanan. Dengan menggunakan otomasi perpustakaan
layanan diperpustakaan lebih mudah digunakan dan pustakawan dapat melakukan
kegiatan lain untuk meningkatkan layanan.
f.
Memudahkan dalam pembuatan laporan statistik. Laporan dapat dibuat
dengan data-data yang sudah ada dengan menggunkan proses otomasi secara
otomatis yang dapat dijadikan statistik.
g. Menghemat biaya. Dengan
menggunakan proses otomasi dapat menghemat biaya misalnya biaya kertas dan
biaya tenaga kerja dapat digantikan dengan tenaga komputer.
h. Kepentingan akreditasi.
Dalam akreditasi sekolah perlu penilaian kualitas perpustakaan maka dari itu
perpustakaan perlu tindakan otomasi(Hermawan, 2008).
i.
Dapat menjamin
pengelolaan data administrasi perpustakaan.
Dengan adanya otomasi
perpustakaan maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan.
Salain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih akurat dan cepat untuk
ditelusur kembali.
III
Aplikasi dan profilnya & sarana Pendukung
Profil
MySIPIS
MySIPISIS adalah versi terbaru
sistem otomasi perpustakaan berbasis pada database CDS/ISIS yang dikembangkan oleh Tim Otomasi Perpustakaan IPB. MySIPISIS
dikembangkan oleh Tim SIPISIS Perpustakaan IPB kerjasama dengan PT beIT Inovasi
Tiwikrama. SIPISIS pertama kali dirancang-bangun pada tahun 1995 dengan nama
ISISCIRC versi DOS, sebelum kemudian berganti nama menjadi
SIPISIS pada saat menginjak versi 2.7versi windows . SIPSISIS versi DOS ini
terus berkembang hingga versi 3.0. Seiring dengan perkembangan teknologi, pada
tahun 2002 Tim SIPISIS membangun Sistem Otomasi Perpustakaan ini sehingga
memiliki user-interface yang lebih ramah-guna dengan nama Sipisis for Windows.
Pada tahun 2002 dan 2007 membuat
inovasi dalam program otomasi di perpustakaan yang dinamakan MySIPISIS yaitu
sipissi yang berbasis WEB.
Komitmen pengembangan yang
berkelanjutan (continues-development and maintenance commitment) terus
dijalankan Tim SIPISIS hingga era multiplatform dewasa ini. Maka dikembangkanlah
SIPISIS versi Web yang dirilis dengan nama MySIPISIS yang dapat berjalan pada
hampir semua sistem operasi, yakni Windows, LINUX, dan Mac.
Awalan “My”
pada MySIPISIS digunakan untuk menunjukkan bahwa kini SIPISIS mengadopsi MySQL,
sebuah database general-purpose transaksional public-domain,
untuk memperkuat sistem transaksi sirkulasi aplikasi informasi ini. Sedangkan
ISIS, database specific-purpose untuk sistem temu kembali dan
manajemen informasi, masih terus dipertahankan karena dukungan badan internasional
UNESCO dan juga merupakan database yang paling banyak digunakan oleh pusat
informasi di negara berkembang. kinerja terbaik antara database bibliografis
popular CDS-ISIS dan database transaksional MySQL itu terjadi pada MySIPISIS.
Fungsi atau fitur dan platform berfungsi
untuk pengolahan, sirkulasi, OPAC, pencatatan, pengunjung, copy cataloguing,
cek status dan perpanjangan via internet, dan Support RFID.
Aplikasi
MySIPIS
Aplikasi Otomasi Perpustakaan MySIPISISIS
adalah:
- Multiplatform, dapat berjalan pada server dengan sistem operasi LINUX, Windows, dan Mac OS.
- INDOMARC, database bibliografis tetap menggunakan format standar MARC (INDOMARC) sebagai format pertukaran data standar internasional.
- Ease of Use CDS/ISIS Data Entry Sytem, input data CDS/ISIS yang dahulu memberatkan kini hadir dengan sistem pemasukan data yang mudah tanpa direpotkan dengan pengetikan tanda tudung.
- MySIPISIS Copy Cataloging (MCC), dukungan database bibliografis online dengan kemampuan sistem copy-cataloging data ke server komunitas. Komunitas onlinenya akan dibentuk pada saat launcing MySIPISIS.
- Online Renewal, yang akan membuat antrian anggota di perpustakaan dapat diminimalkan karena peminjam dapat memperpanjang pinjamannya via Internet.
- Online Reservation pada koleksi yang jumlahnya terbatas dan sedang dipinjam oleh anggota lain.
- Advance Hardware Support, sistem barcode kini sudah mulai disubtitusi/dikomplemen oleh sistem RFID (Radio Frequency Identification Device) yang sudah mulai didukung pada MySIPISIS.
- Web-based OPAC, OPAC untuk penelusuran informasi kini aksesibel melalui internet yang dapat dipersonalisasi (disesuaikan kebutuhan).
- Katalog / Kategori Buku, dalam catalog buku my sipisis berisi
Nama Pengarang, Judul, Penerbitan, Eksemplar, Perpustakaan,
lokasi, cek peminjaman, nama klasifikasi buku, tempat pencarian buku, dan Indeks Abstaka, Informasi Lengkap bahan pustaka berupa buku, atrikel, skiripsi, tesis, desertasi, dan jurnal.
·
layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan
masyarakat dengan sistem layanan online perpustakaan, berupa layanan
pendaftaran anggota perpustakaan, penelusuran koleksi bahan perpustakaan,
pengecekan ketersediaan koleksi, pemesanan, pengecekan data peminjaman
buku, perpanjangan masa peminjaman buku dan pengaturan password anggota
perpustakaan.
Layanan perpustkaan
untuk masyarakat. Layanan pendaftaran anggota perpustakaan, melalui modul
layanan online ini masyarakat dapat melakukan permohonan untuk menjadi anggota
perpustakaan pada Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim secara online atau melalui
jaringan internet.
·
Blanko Peminjaman blangko ini diguanakn sebagai
tanda bukti peminjaman pada pemustaka.
·
Stok (Ketersediaan) Buku adalah fasilitas untuk
menampilkan jumlah bahan pustaka yang ada di perpustakaan.
·
Statistik Perpustakaan adalah fasilitas untuk
menampilkan statistic seperti sstatistik jumlah pengunjung, banyaknya buku yang
dipinjam, banyknya buku yang masuk dll.
·
Kewenangan Akses adalah fasilitas dalam menjaga
kewenangan kewenangan pengaksesasan sesuai dengan kelompok pengguna.
·
Administrasi Anggota adalah fasilitas yang mengurusi
segala administrasi anggota berupa pemesanan bahan pustaka, peminjaman,
pengembalian, denda, pendaftaran anggota, pengeluaran anggota dll.
·
Online Help, adalah bantuan berbentuk online bagi
pengguna perpustakaan yang ingin meminta bantuan dari jaringan interet misalnya
pertanyaan.
·
Dokumentasi Online, adalah fasilitas menyimpan berbasis dokumentasi
perpustakaan online sehingga pengguna dapat menngambil dokumen dimana saja dan
kapan saja secara online.
·
profile perpustakaan, fasilitas ini menampilkan profil diperpustakaan
sehingga publikasi perpustakaan tersebut lebih mudah dan pengguna lebih cepat
memperkenalkan perpustakaan.
·
pengelolaan/informasi penerbitan. Fasilitas ini
menyediakan pengolahan berbagai informasi penerbitan bahan pustaka mulai dari
input buku sampai bahan pustaka siap di display.
·
buku tamu, fasilitas Ini adala sebuah media untuk
mewadahi pengunjung perpustakaan yang
bukan anggota perpustakaan yang ingin mengemukakan pedapat atau pertanyaan,
fasilitas ini barisi identitas pengunjung, alamat pengunjuang, kesan pengunjung
, hal ya g ingin dikemukakan oleh pengunjung, dan jawaban bagi pustakawan.
·
Anggota Teraktif, fasilitas ini menampilkan anggota
yang paling aktif di perpustakaan, fasilitas ini bertujuan agar meningkatkan
motivasi untuk berkunjung keperpustakaan.
·
Pelayanan Mandiri Pengembalian /Perpanjangan dapat
dilakukan sendiri bisa langsung atau lewat internet.
Sirkulasi, fasilitas ini dipakai untuk proses sirkulasi, beberapa menu yang
Ada..didalamnya
misalnya Transaksi, Pengembalian Cepat, Sejarah Peminjaman,
Keterlambatan, Reservasi.
Sarana
pendukung
Sarana Pendukung Otomasi Perpustakan
Mysipisis adalah :
· Perangkat
Lunak (Software)
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan.
Program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Perangakat lunak mampu diaplikasikan dengan beberpa sistem oprasi, mampu menjalankan lebih dari satu program, dan mampu menjalankan lebih dari satu program dalam waktu yang bersamaan.
·
Internet
Jaringan komputer internasional, berupa ribuan sistem komputer saling berhubungan satu dengan lainnya.
Jaringan komputer internasional, berupa ribuan sistem komputer saling berhubungan satu dengan lainnya.
·
Manajemen Sistem Informasi
Penerapan
sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
· Pengguna
(user)
Pengguna otomasi adalah pustakawan, teknisi, dan anggota perpustakaan
Pengguna otomasi adalah pustakawan, teknisi, dan anggota perpustakaan
.
· Jaringan
(Networking)
Sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Network / Jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi.
Sebuah kumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Network / Jaringan komputer telah menjadi bagian dari automasi perpustakaan karena perkembangan yang terjadi di dalam teknologi informasi sendiri serta adanya kebutuhan akan pemanfaatan sumber daya bersama melalui teknologi.
· Perangkat
Keras (Hardware)
Perankat keras adalah sebuah alat yang dapat menerima dan mengolah data menjai informasi.
Perankat keras adalah sebuah alat yang dapat menerima dan mengolah data menjai informasi.
Hard
ware dalam perpustakaan yaitu:
a. Sistem Security Gateway. Digunakan
untuk melakukan sensor terhadap buku yang keluar masuk perpustakaan. Sensor
akan berbunyi jika buku yang dibawa pengguna tidak melewati proses sirkulasi
dengan benar.
b. Book Drop digunakan untuk
pengembalian bahan pustaka secara mandiri, book droop bisa dilakuakn selama 24
jam, sehingga meskipun perpustakaan tutup pengguna dapat mengembalikan buku
kapan saja. Book drop dapat melakukan buku yang dikembalikan dengan bantuan
RFID di dalam bahan pustaka tersebut dan memberikan tanda bukti kembali.
c. Fungsi
Scanner adalah suatu alat yang berkerja dengan memindahkan
sebuah atau beberapa objek yang terdapat di atas lensa scanner ke dalam memory
penyimpanan komputer.
d. RFID
(Radio Frequency Identification) adalah teknologi identifikasi berbasis
gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara
simultan tanpa diperlukan kontak langsung (atau dalam jarak pendek).
e. Suatu sistem RFID secara utuh
terdiri atas 3 komponen:
1. Tag RFID, dapat berupa stiker,
kertas atau plastik dengan beragam ukuran.
2. Terminal Reader RFID, terdiri
atas RFID-reader dan antena yang akan mempengaruhi jarak optimal
identifikasi.
3. Host Komputer, sistem komputer yang mengatur
alur informasi dari item-item yang terdeteksi dalam lingkup sistem RFID dan
mengatur komunikasi antara tag dan reader.
IV
Hambatan dan Pemecahan
Hambatan
Dalam
Otomasi ada beberapa hambatan dalam perpustakaan.
·
Kurangnya sarana komunikasi dalam forum
mysipisis sehingga kurangnya interaksi antar pengguna my sipilis, meskipun
sudah ada beberapa sarana komunikasi namun masih pasifnya media tersebut karena
susahnya berinteraksi dengan ahli otmasi Mysipisis.
·
Kurangnya publikasi mysipilis sehingga
masyarakat kurang mendpatkan pengetahuan tentang program otomasi tersebut dan
program mySIPIS menjadi kurang terkenal.
·
Bersifat bayar sehinnga
perpustakaan memerlukan biaya yang besar
untuk membeli program otomasi mySIPISIS
·
Tidak
merangsang kekeratiftas dari pustakawan
kareana dalam pembelian otomasi mysipisis memberikan Training dan Support selama beberapa periode
waktu juga akan diberikan oleh vendor secara penuh sehingga pengguna dapat
langsung menggunakan tanpa harus bersusah payah lagi.
Pemecahan Masalah
·
Ada beberapa program otomasi yang tidak
terdapat pada my sipisis misalnya saran atau
pesan singkat, news ticker, dan Tampilan Random Buku
·
Program otomasi MySIPIS yang berbayar membutuhkan
biaya yang tinggi sehingga hanya perpustakaan yang memiki biaya yang tinggi
saja yang dapat meggunakannya.
Pemecahan
Permasalahan Otomasi MySIPISIS
·
Lebih gencarnya sarana komunikasi bisa
lewat via Chating, website, via telephon, seminar otomasi MySIPIS ataupun
langsung serta lebih aktifnya ahli otomasi perpustakaan MYsipisis dengan cara
pemberian ahli MySipisis khusus untuk mengktifkan media misalnya dengan forum
tanya jawab.
·
Meningkatkan sarana publikasi dan
promusi denan berbagai media.
·
Para pengguna merangsang kekeratifan par
pustakawan dengan memberikan fitur lebih namun tidak semua cara diberikan pada
pustakawan.
·
Program otomasi MySIPISIS lebih
ditingkatkan lagi dalam kelengkapanya agar pekerjaan dalam perpustakaan lebih
optimal
·
Sebaiknya program otomasi MySIPIS juga
dapat digunakan oleh beberapa perpustakaan dengan biaya yang murah dengan
beberapa syarat, dana tambahan bisa didapat dari seluruh aspek masyarakat
termaksut pemerintah.
V
Penutup
Kesimpulan
1.
Perpustakaan membutuhkan pengelolahan
secara efektif dan efesien dengan pengelolalahan perpustakaan sekolah dapat
menata aspek di perpustakaan mulai dari pengklasifikasian sampai dengan
pelaporan agar lebih sistematis dan
efektif. Maka dari itu diperlukan otomasi perpustakaan.
2.
Tujuan dan manfaat otomasi MySIPISIS
adalah memudahkan pekerjaan otomasi dengan selalu berinovasi untuk
menyempurnakan program-program sebelumya.
3.
MySIPISIS adalah versi terbaru sistem otomasi perpustakaan berbasis
pada database CDS/ISIS yang dikembangkan oleh Tim Otomasi Perpustakaan IPB. MySIPISIS
dikembangkan oleh Tim SIPISIS Perpustakaan IPB kerjasama dengan PT beIT Inovasi
Tiwikrama.
4.
Ada
beberapa Hambatan dalam program MySIPIS berupa kurangnya publikasi, biaya yang
tinggi, kurang lengkapnya fitur-fitur perpustakaan.
Saran
Otomasi perpustakaan MySIPIS terus berinovasi agar
otomasi ini menjadi Program yang terbaik dan dapat menutupi beberapa kekurangan
yang adadalam Otomasi perpustakaan, agar menjadi acuan Program otomasi
perpustakaan lain dan dapat meningkatkan kualitas perpustakaan.
Daftar
Rujukan
Anonim. 2007. MySIPISIS
Pro. (Online), (http://indonetwork.co.id/MySIPISIS_Pro/3521366/mysipisis-pro.htm) di akses pada 26 Oktober
2013.
Anonim. 2011. Dukungan RFID pada Sistem perpustakaan.
(Online), (http://mysipisispro.wordpress.com/2011/05/31/dukungan-rfid-pada-sistem-perpustakaan-mysipisis-pro/). Diakases pada 26 Oktober 2013
Arif, I. 2011. Membangun Jaringan Perpustakaan Digital dan
Otomasi Perpustakaan menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuan, (Online),..(http://boele21.wordpress.com/%E2%80%9C-membangun-jaringan-perpustakaan-digital-dan-otomasi-perpustakaan-menuju-masyarakat-berbasis-pengetahuan-%E2%80%9C/), diakses pada 26 Oktober 2013.
IPB Library. 2007. Peluncuran MySIPISIS. (Online), (http://mysipisis.wordpress.com/) di akses pada 26 Oktober 2013
Lamida, Jon Kartago. 2007. RFID apaan tuhh. (Online), http://lamida.wordpress.com/2007/05/15/rfid-apaan-tuh/).
dikases pada 26 Oktober 2013
SMKn 1 Malang. 2013. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Online), (http://perpussmkn10mlg.blogspot.com/2013/04/perkembangan-teknologi-informasi-dan.html) diakses pada 26
Oktober 2013.
Wikipedia. 2012. Katalog
Akses Daring Perpustakaan. (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Katalog_akses_daring_perpustakaan).
diakses pada
26 Oktober 2013.
gan, cara untuk menjadikan sistem perpudtakaan mysipisis ini online gimana ya gan?
BalasHapus