Kamis, 16 Januari 2014

tugas SKI


 
Pengertian Kebudayaan, Budaya, Adat Istiadat, Nilai, Norma, dan Peradaban

1.     Pengertian Kebudayaan
a.     Menurut Bounded et.al kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya diantara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, dan sistem pendidikan.
b.     Menurut Ki Hajar Dewantara kebudayaan adalah buah budi manusia berupa hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran dalam hidup dan penghidupan untuk mencapai keselamatan  dan kebahagiaan yang pada akhirnya bersifat tertib dan damai.
Ridwan, s.m, 2012. Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. (Online), (http://senseleaf.blogspot.com/2012/03/pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.html). diakses 15 oktober 2013.

2.     Pengertian Budaya
a.      Menurut Kroeber dan Kluckhohn
Budaya menurut definisi deskriptif: cenderung melihat budaya sebagai totalitas komprehensif yang menyusun keseluruhan hidup sosial sekaligus menunjukkan sejumlah ranah (bidang kajian) yang membentuk budaya
Budaya menurut difinisi historis : cenderung melihat budaya sebagai warisan yang di turunkan dari generasi satu ke generasi berikutnya
Budaya menurut definisi normatif: bisa mengambil 2 bentuk. Yang pertama, budaya adalah aturan atau jalan hidup yang membentuk pola-pola perilaku dan tindakn yang konkret. yang kedua, menekankan peran gugus nilai tanpa mengacu pada perilaku.
Budaya menurut definisi psikologi :.cenderung memberi tekanan pada peran budaya sebagai piranti pemecahan masalah yang membuat orang bisa berkomunikasi, belajar, atau memenuhi kebutuhan material..maupun..emosionalnya.
Budaya menurut definisi struktural: Menunjuk pada hubungan atau keterkaitan antara aspek-aspek yang terpisah dari budaya sekaligus menyoroti fakta bahwa budaya adalah abstraksi yang berbeda dari perilaku konkrit.
Budaya dilihat dari definisi genetis: definisi budaya yang melihat asal usul bagaimana budaya itu bisa eksis atau tetap bertahan. Definisi ini cenderung melihat budaya lahir dari interaksi antar manusia dan tetap bisa bertahan karena ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya
b.     Menurut Mofstede  budaya diartikan sebagai pemorograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya. Budaya juga adalah pemrograman kolektif yang menggambarkan suatu proses yang mengikat setiap orang segera setelah kita lahir di dunia.
Anggreani, R. 2013. Pengertian Budaya Menurut Para Ahli. (Online), (http://rosyanaanggraeni.blogspot.com/2012/11/pengertian-budaya-menurut-para-ahli.html). diakses 15 Oktober 2013.


3.     Pengertian Adat Istiadat
a.      Adat Istiadat adalah kebiasaan dalam suatu negeri yang mengikuti naik dan turun situasi masyarakat yang menyangkut pengejawatahan unjuk rasa seni budaya masyarakat, seperti acara-acara keramaian anak negeri, seperti pertunjukan randai, saluang, rabab, tari-tarian, dan aneka kesenian yang dihubungkan dengan upacara perhelatan perkawinan, pengangkatan penghulu maupun untuk menghormati kedatangan tamu agung. Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang biasa dilakukan di suatu daerah.
Diaz, rizki. Pengertian Budaya, Kebudayaan, adat istiadat, dan kebiasaan. (Online),..(http://rizqidiaz.blogspot.com/2012/05/pengertian-budaya kebudayaanadat.html). diakses 15 Oktober 2013.
b.     Adat Istiadat adalah sebuah segala aturan, ketentuan, tindakan, dan sebagainya yang menjadi kebiasaan secara turun temurun.  Segala aturan, ketentuan, dan tindakan yang menjadi kebiasaan secara turun temurun diistilahkan sebagai Adat Istiadat.  Jadi arti Adat Istiadat adalah Segala aturan, ketentuan, dan tindakan yang menjadi kebiasaan secara turun temurun. 
godam64. 2012. Arti Istilah / Ungkapan Adat Istiadat - Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. (Online), (http://keju.blogspot.com/1970/01/arti-istilah-ungkapan-adat-istiadat-kamus-ungkapan-bahasa-indonesia.html). diakses 18 Oktober 2013.

4.     Pengertian Nilai
a.      Menurut value nilai, berasal dari bahasa latin valare atau bahasa Perancis Kuno valoir. Nilai atau value termasuk salah satu bidang kajian dalam filsafat. Istilah nilai dalam filsafat dipakai untuk menunjuk kata benda abstrak yang artinya keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness), dan kata kerja yang artinya suatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian.
Dictionary of sosciology and Related sciences mengemukakan, definisi nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia, sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Pada dasarnya nilai merupakan sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu obyek, bukan obyek itu sendiri. Sesuatu yang mengandung nilai berarti ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu tersebut. Dengan demikian, nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Adanya nilai karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai (wastranger).
Anonim, 2012. Definisi Nilai Menurut Para Pakar. (Online), (http://www.referensimakalah.com/2012/11/definisi-nilai-menurut-pakar.html). diakses 15 oktober 2013.
b.     Pengertian nilai, menurut Djahiri (1999), adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga bermakna secara fungsional. Nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang, karena nilai dijadikan standar perilaku. Sedangkan menurut Dictionary dalam Winataputra (1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu. Artinya, sesuatu dianggap memiliki nilai apabila sesuatu tersebut secara instrinsik memang berharga. 
Anonim, 2012. Pengertian Nilai Moral dan Norma. (Online), (http://coretanseadanya.blogspot.com/2012/09/pengertian-nilai-moral-dan-norma-dalam.html). diakses 18 Oktober 2013.
5.     Pengertian Norma
a.      Menurut Soerjono Soekanto norma adalah suatu perangkat agar hubungan di dalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Norma-norma mengalami proses pelembagaan atau melewati suatu norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga masyarakat sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai, dan kemudian ditaati dalam kehidupansehari-hari. Sedangkan menurut Robert M.Z. Lawang norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakan itu akan dinilai oleh orang lain. Norma juga merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Jadi norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, tertentu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari. Norma dapat bersifat objektif dan bisa pula bersifat subjektif. Norma objektif adalah norma yang dapat diterapkan diterapkan secara langsung apa adanya, Norma subjektif adalah norma yang bersifat moral dan tidak dapat memberikan ukuran atau patokan yang memadai.
Alubi, Lugina Rizky. 2013. Pengertian Norma Menurut beberapa Ahli. (Online), (http://normaetikaprofesi.blogspot.com/2013/03/pengertian-norma-menurut-beberapa-para.html). diakses 15 Oktober 2013.
b.     Norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, yaitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Pengertian norma lainnya adalah aturan-aturan atau pedoman sosial yang khusus mengenai tingkah laku, sikap, dan perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan di lingkungan kehidupannya.
Anonim. 2013. Pengertian Norma Menurut Para Ahli. (Online), (http://www.pengertianahli.com/2013/07/pengertian-norma-menurut-para-ahli.html) di akses 15 Oktober 2013.

6.      Pengertian Peradaban
a.      Peradaban adalah unit lebih besar dari budaya karena merupakan perangkat  kompleks masyarakat yang berdiam di daerah tertentu, bersama dengan bentuk pemerintahan, norma, dan bahkan budaya. Dengan demikian, kebudayaan hanya sebagian dari seluruh peradaban. Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Kusuma, Riski. 2013. Pengertian kebudayaan dan peradaban. (Onlne), (http://riskykusuma.wordpress.com/2012/10/03/pengertiankebudayaandanperadaban/). Di akses 15 Oktober 2013.
b.     Menurut  S. Czarnowski mengartikan peradaban sebagai suatu taraf tertentu dari kebudayaan, yakni taraf yang tertinggi yang mengandaikan tingkat-tingkat perkembangan secara umum dari umat manusia sebelumnya yang lebih rendah selama prasejarah dan zaman-zaman yang biadab.
Nokas, Beta. 2013. Perbedaan Kebudayaan dan Peradaban. (Online), (http://betanokaz.blogspot.com/2013/05/perbedaan-kebudayaan-dan-peradaban.html). di akses 15 Oktober 2013.
c.      Istilah peradaban dapat kita sejajarkan dengan kata asing civilization. Istilah itu biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah seperti kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan santun dan system peraulan yang kompleks dalam suatu masyarakat dengan struktur yang kompleks.
Kontjaningrat. 1994. Kebudayaan Melintas dan Pembanguna. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama


Tidak ada komentar:

Posting Komentar